Bu Prita…semoga tabah.

Beberapa hari terahir ini ada berita heboh terkait dengan bermula dari tersebarnya e-mail pribadi itu yang pada akhirnya berita tersebut beredar luas di dunia maya. Dalam E-mail tersebut antara lain menceritakan pengalaman Ibu Prita yang merasa tidak mendapatkan informasi pasti atas pelayanan medis di RS Omni Internasional.
Asal muasal inilah yang menyebabkan Prita, ibu dari Khairan Ananta Nugroho (3) dan Ranarya Puandida Nugroho (1 tahun 3 bulan), dibui karena dianggap melanggar Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjaradan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman pidana Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
Dengan tersebarnya berita tentang penahanan inilah, banyak masyarakat khususnya para netter yang simpati dengan bu Prita karena keberaniannya dan berkespresi melalui email dengan rekan-rekannya. Bahkan aspisari dari para netter melalui facebook adalah ‘Bebaskan Ibu Prita Mulyasari dari Penjara dan Segala Tuntutan Hukum’ dengan poin:
1. Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat
2. Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari thd RS Omni tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE
3. Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
4. RS Omni hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/curhat yg dimuat di suara pembaca dan di milis-milis.
Bisa jadi kasus-kasus seperti ini akan menimpa pada diri kita sendiri dan saudara-saudara kita yang semula keinginan hati hanya ingin curhat tetapi justru hotel prodeo yang didapat, sudah saatnya perubahan sikap arogansi dan primordial di RS seluruh indonesia termasuk para dokter-dokter lebih dengan pendekatan kamanusiaan (manusiawi) dari pada pendekatan arogansi/primordial bagaimanapun jasa dokter sangat dibutuhkan di masyarakat, sehingga jangan terjebak dengan teori ekonomi pasar bebas atau dengan bahasa trendnya : kapitalisme “dimana setiap ada permintaan maka ada penawaran” tetapi hal ini lebih dari panggilan jiwa dan panggilan Allah untuk membantu dan bermanfaat bagi sesama manusia dan pemerintah Indonesia sudah saatnya mensejahterakan rakyat melalui pelayanan gratis bagi semua warga negara tanpa pandang bulu. Mudah-mudahan dengan sejengkal langkah diatas…..insya Alloh kemakmuran di Indonesia akan tercapai…amien.

Diolah dari berita : detik.com, kompas.com plus ditambah2i.

Tinggalkan komentar

Filed under informasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s