Tim Pencari Fakta UGM Mulai Mencari Data (www.suaramerdeka.com

Yogyakarta, CyberNews. Tim Pencari Fakta Program Doktoral Antar Bidang Pasca Sarjana UGM mulai menginvetarisir nama-nama yang bakal diinvestigasi termasuk modus-modus penyelanggaraan program doktoral serta teknis perkuliahan mahasiswanya.

Hal itu dikatakan anggota Tim Pencari Fakta, Dr Ir Budi Prasetyo Widyobroto kepada wartawan Senin siang di kampus setempat sehubungan dengan penyelenggaraan program doktoral.

Lebih lanjut Budi Prasetya mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memanggil atau menemui pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Tim pencari fakta, kata dia, baru merancang model investigasi yang bakal dilakukan.

Setidaknya ada dua hal yang akan diinvestigasi, yaitu menyangkut sisi akademis dan penggunaan dana. Sisi akademis itu, kata Budi Prasetya, mulai dari proses seleksi calon mahasiswa yang masuk S3, penunjukkan tim penguji hingga pelaksanaan ujian proposal.

Sementara secara terpisah Rektor UGM Prof Dr Sofian Efendi menyatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh oknum-oknum tertentu, tidak lebih dari sebuah lembaga kursus. ”Kegiatan mereka, tidak bisa dikatakan sebagai perkuliahan apalagi untuk jenjang S3,” kata Rektor UGM.

”Menurut saya, kegiatan itu tidak bisa disebut perkuliahan. Kegiatan itu hanya kursus saja. UGM tidak pernah menyelenggarakan kegiatan seperti itu. Tapi karena ada fakta tentang penyelenggaraan program S3 Antar-bidang oleh oknum-oknum tertentu yang mencemarkan nama baik UGM, perlu diungkap fakta secara komprehensip,” kata Sofian.

Sehubungan dengan itu, maka apabila diketahui melakukan kesalahan pihaknya akan memberi sanksi tegas terhadap siapa saja yang terlibat dalam kasus S3 Antar-bidang yang mahasiswanya sebagian besar dari kalangan eksekutif tersebut.

Bahkan jika ditemukan bukti-bukti tindak pidana, lanjut Sofian, tidak menutup kemungkinan akan dilaporkan ke kepolisian. Untuk mengungkap skandal itu, Rektor UGM telah mengeluarkan SK pembentukan Tim Pencari Fakta Program S3 antar Bidang Sekolah Pasca sarjana UGM.

Tim itu, katanya, berangotakan 13 orang yang diketuai oleh Prof Dr Zaki Baridwan, mantan auditor BPK. Sedang 12 anggota lainnya yaitu Prof Dr Sudjawadi (wakil ketua), Prof Dr Mulyadi, Dr Budi Prasetyo, Dr Tony Atyanto Dharoko, Dr Kirbani Sri Brotopuspito, Ir Haryana M Arch, Dr Eko Suwardi, Sugiarto MBA, Enny Nurbaningsih MHum, Syaiful Ali SE MIS, Choliq Chaerony dan Faiz Zamzami.

Tim itu, jelas rektor, bertugas untuk memanggil atau menghadap pihak-pihak terkait guna diminta keterangan. Tim juga bertugas mencari dan mengumpulkan fakta baik dari sisi akademis maupun administrasi keuangannya. Kemudia mereka memberi rekomendasi kepada rektor untuk diambil tindakan.

Seperti diketahui skandal jual beli gelar doktor tengah mengguncang kampus negeri tertua di Indonesia itu. Sejumlah direktur BUMN diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Mereka dipungut beaya sebesar Rp 609.500.000 per orang. Dana itu sudah mencakup seluruh kegiatan mulai dari penyusunan proposal disertasi hingga pelaksanaan ujian terbuka.

( sugiarto/cn09 ) (Senin, 04 September 2006)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0609/04/dar4.htm

Tinggalkan komentar

Filed under Audit

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s