Audit Charter??

Pada tulisan ini saya ingin memaparkan cara menyusun audit charter. Mengacu pada standar atribut 1000 – Tujuan, kewenangan dan tanggungjawab “Tujuan, kewenangan dan tanggungjawab fungsi audit internal harus didefinisikan secara formal di dalam Charter Audit Internal, konsisten terhadap standar dan persetujuan oleh pimpinan.”. Departemen audit harus beroperasi sesuai dengan charter tertulis yang mengindikasikan tujuan, kewenangan, tugas dan tanggungjawab fungsi. Charter departemen audit harus diotorisai secara formal oleh komite audit dan dewan direksi, diperbaharui secara periodik dan didistribusikan kepada seluruh manajemen perusahaan.

Standar IIA menyatakan agar charter (1) Menjelaskan posisi departemen di dalam organisasi, (2) Memberikan akses terhadap catatan, lokasi dan personil, dan (3) Menjelaskan cakupan aktivitas internal.

 

Point penting yang dimuat pada isi piagam audit internal adalah sebagai berikut:

(a)    Pernyataan kebijakan

(b)   Kewajiban Pimpinan Unit Audit Internal

(c)    Pelaporan dan hubungan komite audit

(d)   Independensi

(e)    Cakupan aktivitas audit

(f)     Akses dan kerahasiaan

(g)    Kewajiban tindakan koreksi

(h)    Wewenang dan tanggungjawab

Ingin tahu persis bagaimana cara menyusunnya lebih detail, mari kita diskusikan J

Tinggalkan komentar

Filed under Audit

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s