3E & VFM

Value for Money dan 3E

Kriteria ekonomi, efisiensi, dan efektivitas merupakan inti dari pembelajaran value for money. NAO mendefinisikan 3E sebagai:

         Ekonomis, terkait dengan cost atas sumber daya yang dibutuhkan atau digunakan, dengan memperhatikan kualitas

         Efisiensi terkait dengan hubungan antara output barang, jasa da hasil-hasil lainnya dan sumberdaya yang digunakan untuk memproduksinya. Seberapa jauh output maksimal yang bisa dicapai pada suatu input tertentu atau input minimum yang digunakan untuk suatu output tertentu

         Efektivitas: terkait dengan hubungan antara hasil yang diinginkan dengan hasil yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proyek, program atau kegiatan lainnya. Sejauh mana keberhasilan suatu tujuan kebijakan, sasaran operasional dan efek-efek lain yang diinginkan,

 

Sudah menjadi kelaziman bahwa kriteria tersebut adalah kriteria minimal untuk menilai kinerja. Namun diketahui juga bahwa ada overlap antara ekonomi, efisiensi, efektif. Sehingga, daripada kita mengadopsi perilaku yang memandang value for money dengan kaku, sebaiknya kita memandang 3E sebagai kunci untuk membuka pemikiran mengenai apa yang sebenarnya dimaksud dengan value for money, dan jika kinerja memang akan diukur, maka bagaimanakah bentuk dimensi kinerja itu. Sebaiknya ditambahkan juga dimensi excellence, yang menangkap perluasan kualitas layanan, empowerment (pemberdayaan) baik konsumen maupun pegawai, environment (lingkungan) yang menangkap isu “ramah lingkungan”, dan keahlian (experties) yang mengakui pentingnya kompetensi dan kebutuhan untuk memberikan pelatihan.

 

Stakeholder dan Kinerja

Kegunaan suatu indikator kinerja tergantung pada di mana indikator itu diletakkan. Kinerja suatu organisasi mencakup pencapaian hasil yang diinginkan oleh masyarakat. Masing-masing kelompok dalam masyarakat memiliki kepentingan yang berbeda-beda pula terhadap kinerja organisasi sekor publik. Stakeholder yang berbeda membutuhkan indakator kinerja yang berbeda pula. Beberapa stakeholder yang penting antara lain:  

         Parliament atau dewan lokal

         Para pengguna layanan: konsumen, klien, masyarakat luas

         Pembayar pajak dan pembayar langsung

         Pegawai

         Suplier

         Kerditur

         Bendahara

 

Karena amsing-masing stakeholder mempunyai kepentingan yang berebeda-beda terhadap analisis kinerja sektor publik, maka pendekatan stakeholder dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan  value for money milik siapakah yang dimaksud? Untuk masing-masing individu, value for money memiliki arti yang berbeda-beda. Pandangan yang berbeda-beda ini sering sampai pada konflik yang tidak akan ada penyelesaiannya karena sudah masuk pada tataran politik, sedangkan value for money bukanlah konsep yang bebas dari nilai teknokratik.

Tinggalkan komentar

Filed under Audit

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s